Proses Produksi
Membantu meninjau alur produksi, kebersihan, fasilitas, bahan, peralatan, dan pengendalian proses.
Dokumen GMP
Mengarahkan penyusunan prosedur, catatan produksi, checklist kebersihan, dan dokumen pendukung mutu.
Kesiapan Penerapan
Membantu pelaku usaha memahami langkah penataan praktik produksi yang baik sesuai kebutuhan usaha.
Apa Itu GMP?
GMP adalah singkatan dari Good Manufacturing Practice, yaitu prinsip praktik produksi yang baik untuk membantu memastikan produk dibuat, dikendalikan, dan didokumentasikan dengan cara yang lebih terstruktur.
GMP tidak hanya membahas mesin atau ruang produksi. Ruang lingkupnya dapat mencakup kebersihan fasilitas, personel, bahan baku, bahan pengemas, peralatan, proses produksi, pengendalian mutu, penyimpanan, distribusi, dan dokumentasi.
Dalam konteks produk pangan olahan di Indonesia, prinsip GMP berkaitan erat dengan CPPOB atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Sementara pada sektor lain seperti kosmetik, obat tradisional, suplemen, farmasi, atau produk kesehatan tertentu, ketentuan teknis dan regulasinya dapat berbeda sesuai jenis produk.
Siapa yang Membutuhkan Layanan GMP?
Layanan pendampingan GMP dapat dipertimbangkan oleh pelaku usaha yang ingin menata proses produksi, memperbaiki dokumentasi, mempersiapkan audit pelanggan, atau menyesuaikan proses dengan ketentuan yang relevan.
Kendala yang Sering Terjadi dalam Proses Produksi
Banyak usaha sudah memiliki proses produksi yang berjalan, tetapi belum memiliki pengendalian dan dokumentasi yang rapi. Kondisi ini dapat menyulitkan ketika perusahaan mulai berkembang, menghadapi pemeriksaan, atau diminta memenuhi persyaratan pelanggan.
- Alur produksi belum terdokumentasi dengan jelas.
- Area produksi, gudang, dan alur bahan belum tertata sesuai kebutuhan.
- Prosedur kebersihan dan sanitasi belum konsisten.
- Bahan baku dan bahan pengemas belum diberi identitas yang baik.
- Catatan produksi, pembersihan, dan pemeriksaan mutu belum lengkap.
- Penanganan produk tidak sesuai belum memiliki prosedur tertulis.
- Pekerja belum memiliki instruksi kerja dan pelatihan yang terdokumentasi.
- Perusahaan belum memiliki sistem evaluasi untuk perbaikan proses.
Ruang Lingkup Pendampingan GMP
Ruang lingkup pendampingan GMP dapat disesuaikan dengan jenis produk, fasilitas, skala produksi, dan kesiapan dokumen yang sudah dimiliki. Secara umum, pendampingan dapat mencakup beberapa area berikut:
Fasilitas dan Area Produksi
Meninjau tata letak, alur bahan, alur pekerja, kebersihan, pemisahan area, dan kondisi fasilitas pendukung produksi.
Personel dan Higiene
Mengarahkan pengaturan kebersihan pekerja, pakaian kerja, akses area produksi, dan pelatihan personel terkait praktik produksi.
Bahan Baku dan Pengemas
Membantu menata penerimaan, identifikasi, penyimpanan, penggunaan, dan pengendalian bahan baku serta bahan pengemas.
Proses Produksi
Membantu menyusun alur proses, instruksi kerja, pengendalian proses, catatan produksi, dan penanganan ketidaksesuaian.
Pengendalian Mutu
Mengarahkan pemeriksaan bahan, proses, produk jadi, penyimpanan sampel bila relevan, dan pencatatan hasil pengendalian mutu.
Dokumentasi GMP
Membantu menyusun prosedur, formulir, checklist, catatan, dan dokumen pendukung agar proses lebih mudah dievaluasi.
Manfaat Pendampingan GMP
Pendampingan GMP membantu pelaku usaha menata praktik produksi agar lebih terarah dan terdokumentasi. Manfaat yang dirasakan dapat berbeda pada setiap usaha, tergantung kondisi fasilitas, proses, produk, dan penerapan di lapangan.
Dokumen Awal yang Perlu Disiapkan
Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung jenis produk dan ketentuan yang relevan. Sebagai persiapan awal, pelaku usaha dapat mulai menyiapkan beberapa dokumen berikut:
- Profil usaha atau perusahaan
- Legalitas usaha
- Daftar produk yang diproduksi
- Deskripsi produk
- Daftar bahan baku
- Daftar bahan pengemas
- Data pemasok bahan
- Alur proses produksi
- Layout area produksi
- Prosedur penerimaan bahan
- Prosedur penyimpanan bahan
- Prosedur produksi
- Prosedur pembersihan alat dan area
- Prosedur higiene pekerja
- Prosedur pengendalian mutu
- Catatan produksi
- Catatan pembersihan
- Catatan pemeriksaan mutu
- Catatan produk tidak sesuai
- Catatan pelatihan pekerja
Catatan: kebutuhan dokumen dapat berubah sesuai jenis produk, skala produksi, kondisi fasilitas, serta ketentuan pihak terkait.
Alur Pendampingan GMP
Konsultasi Awal
Memahami jenis produk, proses produksi, fasilitas, kebutuhan dokumen, dan tujuan pendampingan GMP.
Pemeriksaan Kondisi Produksi
Meninjau alur produksi, area kerja, bahan, peralatan, kebersihan, penyimpanan, dan dokumen yang sudah tersedia.
Pemetaan Kebutuhan Dokumen
Mengidentifikasi prosedur, catatan, instruksi kerja, checklist, dan data pendukung yang perlu disiapkan.
Pendampingan Penyusunan Sistem
Mengarahkan penyusunan dokumen GMP dan penataan alur kerja agar lebih mudah dijalankan oleh tim internal.
Arahan Implementasi dan Evaluasi
Memberikan arahan agar sistem dapat dipahami, dijalankan, dicatat, dan dievaluasi sesuai kebutuhan usaha.
GMP, CPPOB, HACCP, dan ISO 22000: Apa Bedanya?
Beberapa istilah dalam sistem produksi dan keamanan produk sering terdengar mirip. Padahal, masing-masing memiliki fokus yang berbeda.
- GMP berfokus pada praktik produksi yang baik, mulai dari fasilitas, personel, bahan, proses, mutu, hingga dokumentasi.
- CPPOB adalah istilah yang digunakan dalam konteks pangan olahan di Indonesia untuk cara produksi pangan olahan yang baik.
- HACCP berfokus pada analisis bahaya dan titik kendali kritis dalam sistem keamanan pangan.
- ISO 22000 merupakan standar sistem manajemen keamanan pangan dengan cakupan yang lebih luas.
Dalam banyak kasus, GMP atau CPPOB menjadi fondasi penting sebelum perusahaan memperkuat sistem keamanan pangan melalui pendekatan seperti HACCP atau ISO 22000.
Hal yang Perlu Diperhatikan
GMP bukan hanya dokumen formal. Sistem ini perlu dijalankan secara konsisten oleh tim produksi, gudang, quality control, dan pihak lain yang terlibat dalam proses. Karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan kesiapan fasilitas, personel, prosedur, serta pencatatan.
- Pastikan dokumen sesuai dengan kondisi produksi yang sebenarnya.
- Gunakan prosedur yang mudah dipahami oleh pekerja.
- Jaga konsistensi pencatatan produksi dan kebersihan.
- Periksa identitas bahan, status bahan, dan penyimpanan produk.
- Evaluasi sistem jika terjadi perubahan produk, bahan, fasilitas, atau proses.
- Hindari membuat klaim mutu yang tidak didukung oleh data dan catatan.
FAQ Seputar GMP
“`Apakah GMP hanya untuk pabrik besar?
Tidak. GMP dapat diterapkan oleh berbagai skala usaha sesuai kebutuhan, jenis produk, proses produksi, fasilitas, dan ketentuan yang relevan.
Apakah GMP sama dengan CPPOB?
GMP dan CPPOB memiliki konsep yang sejalan dalam konteks praktik produksi yang baik. Untuk pangan olahan di Indonesia, istilah CPPOB digunakan sebagai pedoman cara produksi pangan olahan yang baik.
Apakah GMP sama dengan HACCP?
Tidak sama. GMP berfokus pada praktik produksi yang baik secara umum, sedangkan HACCP berfokus pada analisis bahaya dan titik kendali kritis dalam keamanan pangan.
Apakah GMP diperlukan sebelum BPOM?
Untuk jenis produk tertentu, kesiapan fasilitas, cara produksi, dan dokumen pendukung dapat menjadi bagian penting dalam pemenuhan ketentuan produk. Kebutuhan pastinya perlu dilihat berdasarkan jenis produk dan regulasi yang berlaku.
Apakah biaya dan durasi pendampingan GMP sudah pasti?
Tidak dapat disamaratakan. Kebutuhan pendampingan dapat berbeda tergantung jenis produk, kondisi fasilitas, kelengkapan dokumen, ruang lingkup proses, dan kebutuhan teknis masing-masing usaha.
“`Butuh Pendampingan GMP?
Jangan ragu untuk berkonsultasi. Tim BisaIzin siap membantu Anda memahami kebutuhan dokumen, kondisi produksi, dan langkah pendampingan GMP yang sesuai dengan jenis usaha.
Hubungi Customer Service Kami